Rumput Gambut Terbakar, Tim Gabungan Turun Sebelum Api Makin “Nakal”
- account_circle Redaksi Terangkaltim.com
- calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
- visibility 46
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUTAI TIMUR – Rumput gambut di kawasan Jalan Kajang Mekar RT 30, Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur, terbakar. Luas lahan yang terdampak sekitar 0,5 hektare.
Api memang belum sempat membuat kekacauan lebih besar. Tapi melihat lahan yang mudah terbakar dan cuaca yang panas, petugas tampaknya tidak mau mengambil risiko. Sebelum api makin “nakal” dan mulai jalan-jalan ke lahan sebelah, tim gabungan langsung turun tangan.
Polsek Sangatta Utara bersama BPBD, Bhabinkamtibmas Kelurahan Singa Geweh dan Desa Sangatta Selatan, Tagana, Masyarakat Peduli Api (MPA) Sangatta Selatan, Destana Singa Geweh serta KPHP bergerak melakukan pemadaman.
BPBD mengerahkan satu unit water supply. Dua unit sepeda motor dan satu unit kendaraan KPHP juga digunakan untuk mendukung pemadaman serta mobilisasi personel menuju lokasi.
Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan, penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama untuk memastikan api tidak merambat ke area lain.
“Kami bersama tim gabungan langsung melakukan penanganan di lokasi. Fokus kami memastikan api dapat dipadamkan dan tidak meluas, mengingat kondisi cuaca yang panas dapat mempercepat penyebaran api,” ujar AKP Bambang Eko.
Kondisi tersebut memang perlu diwaspadai. Rumput gambut yang terbakar, ditambah cuaca panas, bukan kombinasi yang bagus untuk menunggu api reda dengan sendirinya.
Beruntung, kebakaran tidak sampai menyentuh permukiman. Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, tidak terdapat rumah maupun warga yang terdampak. Tidak ada korban jiwa dan tidak ada warga yang harus dievakuasi.
Namun ada satu bagian cerita yang belum memiliki jawaban: siapa pemilik lahannya dan dari mana api pertama kali muncul?
Hingga penanganan dilakukan, penyebab kebakaran belum diketahui. Pemilik lahan yang terbakar juga masih belum teridentifikasi.
Kapolsek Sangatta Utara mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas, terutama pada kondisi cuaca panas dan lahan yang mudah terbakar,” tegasnya.
Pesannya cukup jelas: jangan mencoba-coba bermain dengan api. Sebab api tidak punya tombol pause, apalagi tombol mundur.
Polsek Sangatta Utara bersama unsur terkait juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran lahan di lingkungan sekitar.
Langkah cepat menjadi penting agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Dalam urusan karhutla, lebih baik petugas datang ketika api masih kecil daripada datang ketika api sudah merasa dirinya penguasa wilayah.
Penanganan karhutla di Jalan Kajang Mekar berlangsung aman dan terkendali. Tim gabungan terus melakukan langkah pencegahan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api di wilayah tersebut.
Untuk sementara, rumput gambut sudah berhasil ditangani dan api tidak meluas.
Api boleh menyala, tetapi jangan diberi kesempatan untuk “nakal”.(TK-01)
- Penulis: Redaksi Terangkaltim.com

Saat ini belum ada komentar